Mungkin dulu sewaktu kamu
kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bermain atau berdongeng. Tapi
tahukah kamu, bahwa setiap Ayah pulang kerja dan dengan wajah lelah, Ayah
selalu menanyakan pada Ibu tentang keadaanmu dan apa yang kau lakukan seharian? Adakah usaha ibu untuk membawa kamu mengahayati kehidupan baginda s.a.w.?
Saat kamu dalam kekembungan
perut, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan
berkata :“Sudah dibilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Ibu
yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Ayah
benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu menjadi gadis
dewasa. Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain. Ayah harus melepasmu.
Tahukah kamu bahwa badan
Ayah terasa kaku untuk memelukmu? Ayah hanya tersenyum sambil memberi sedikit
nasehat, dan menyuruhmu untuk berhati-hati dalam kehidupan di kota. Pesan ayah, "Cukuplah DIA dalam gerak-geri kehidupan seharianmu nak". Padahal Ayah ingin sekali menangis
seperti Ibu dan memelukmu erat-erat.
Yang Ayah lakukan hanya
menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga
dirimu baik-baik”.
Ayah melakukan itu semua
agar kamu kuat.
Bagaimana pula jika ayah
meninggalkan kita dari dunia yang fana ini…Bolehkah difikirkan sejenak
bagaimana perasaaan kita masa itu.. Di pesannya pula supaya kamu meneruskan perjuangan baginda Muhammad. Tidak pilukah hatimu wahai manusia yang bergelar anak..
Maka kembalilah kita dalam
menjenguk sirah nabi yang bagaikan seorang
bapa yang sangat prihatin kepada anaknya ini sebelum kewafatan baginda
sebentar. Moga hati mencair merindui akan baginda Muhammad s.a.w..
Surah AI-Maidah ayat 3
turunkan pada waktu sesudah ashar, yaitu pada hari Jumat
di Padang Arafah pada musim haji terakhir [Wada]. Pada saat ayat ini
turun, Rasulullah s.a.w. berada di Arafah di atas unta. Setelah itu
Turunlah Malaikat Jibril alaihissalam dan langsung berkata: “Wahai
Muhammad, sesungguhnya pada hari ini telah disempurnakan urusan agamamu, maka
terputuslah apa yang diperintahkan oleh Allah s.w.t.dan demikian juga apa yang
terlarang olehnya. Karena itu kamu kumpulkan para sahabatmu dan beritahu kepada
mereka bahwa hari ini adalah hari terakhir aku bertemu denganmu.”
Hari itu tanggal 8 Jun tahun
632 M. Rasulullah meminta sebuah bejana berisi air dingin.
Kemudian, meletakkan tangan beliau ke dalam air itu dan mengusapkan air ke
wajahnya. Ada seorang laki-laki anggota keluarga Abu Bakar yang berkunjung dan
membawa siwak. Rasulullah memandang siwak itu demikian rupa yang menunjukkan
bahwa beliau ingin bersiwak. Maka, Bunda Aisyah melunakkan ujung siwak itu
dengan giginya, dan Rasulullah pun menggosok dan membersihkan gigi beliau [Ini
yang di maksud dalam Hadits bahwa ludah Bunda Aisyah bertemu dengan ludah
Rasulullah SAW].
Kemudian Allah Subhanahu Wa
Ta'ala mewahyukan kepada malaikat lzrail: “Wahai lzrail, pergilah
kamu kepada kekasihku dengan sebaik-baik rupa, dan apabila kamu hendak mencabut
rohnya maka hendaklah kamu melakukan dengan cara yang paling lembut. Apabila
kamu pergi ke rumahnya maka minta izinlah terlebih dahulu, kalau ia izinkan
kamu masuk, maka masuklah kamu ke rumahnya dan kalau ia tidak izinkan kamu
masuk maka hendaklah kamu kembali padaku.”
Sesudah Malaikat lzrail
mendapat perintah dari Allah, maka malaikal lzrail pun turun dengan
menyerupai orang Arab Badui. Setelah malaikat lzrail sampai di depan rumah
Rasulullahshallallahu 'alaihi wasallam maka ia pun memberi
salam. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar suara orang berseru mengucapkan
salam,"Bolehkah aku masuk?" Tanya si tetamu itu, ketika
puteri Rasulullah,Fatimah az-zahra membuka pintu.
Tapi Fatimah tidak
mengizinkannya."Maafkanlah, ayahku sedang demam" kata
Fatimah.
Pintu ditutup dan beliau
kembali menemani ayahnya yang sedang berbaring di pembaringan. Kemudian
malaikat lzrail mengulangi lagi salamnya, dan kali ini seruan malaikat itu
telah didengar oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Rasululullah memandang
puterinya itu dan bertanya,"Siapakah itu wahai anakku?"
"Tak tahulah ayah,baru
sekali ini saya melihatnya." tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah
menatap wajah puterinya itu dengan padangan yang menggetarkan.Renungannya cukup
sayu seolah-olah bahagian demi bahagian wajah putrinya itu hendak dikenang.
Bertanda bahwa beliau akan segera berpisah dengan putri kesayanganya itu.
"Ketahuilah anakku
bahwa dialah yang meghapuskan kenikmatan sementara dialah yang memisahkan
pertemuan di dunia. Dialah malaikat maut." Kata-kata
Rasulullah menyebabkan Fatimah ditimpa kesedihan yang amat sangat.
Ketika Rasullullah shallallahu
'alaihi wasallam mendengar tangisan Fatimah r.a. maka beliau pun
berkata: “Janganlah kamu menangis wahai anakku, engkaulah orang yang
pertama dalam keluargaku akan bertemu denganku.”
Fatimah-pun tersenyum.
Kemudian Rasulullah s.a.w. pun menjemput malaikat lzrail masuk. Maka malaikat
lzrail pun masuk dengan mengucap: “Assalamuaalaikum ya Rasulullah.”
Lalu Rasulullah s.a.w.
menjawab: “Wa alaikas saalamu, wahai lzrail engkau datang mengunjungiku
atau untuk mencabut rohku?”
Maka berkata malaikat
lzrail: “Kedatangan saya adalah untuk mengunjungimu dan untuk mencabut
rohmu, itupun kalau anda izinkan, kalau anda tidak izinkan maka aku akan
kembali.”
Berkata Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam: “Wahai lzrail, di manakah kamu tinggalkan
Jibril?”
Berkata lzrail: “Saya
tinggalkan Jibril di langit dunia, semua para malaikat sedang memuliakan dia.”
[Malaikat Jibril adalah salah satu malaikat yang memiliki kedudukan
paling utama].
”Bolehkah aku minta Jibril
untuk turun?” Kata Rasulullah SAW pada Izrail.
Tidak beberapa saat
kemudian Jibril 'alaihissalam pun turun dan duduk dekat
kepala Rasulullah s.a.w. Melihat kedatangan Jibril, maka Rasulullah pun
berkata: “Wahai Jibril, tahukah engkau bahwa ajalku sudah dekat”
Berkata Jibril: “Ya
aku memang tahu.”
Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bertanya lagi:“Wahai Jibril, beritahu
kepadaku kemuliaan yang menggembirakan aku disisi Allah Subahanahu Wa
Ta'ala."
Berkata Jibril 'alahissalam : “Sesungguhnya
semua pintu langit telah dibuka, para malaikat bersusun rapi menanti rohmu
dilangit. Semua pintu-pintu syurga telah dibuka, dan Semua bidadari sudah
berhias menanti kehadiran rohmu.”
Berkata Rasulullah
s.a.w.: “Alhamdulillah, Namun sesungguhnya, bukan itu yang kutanyakan.
wahai Jibril, gembirakanlah aku dengan keadaan umatku pada hari Kiamat nanti.”
Kemudian Jibril berkata
lembut menghibur dan menenangkan, “Aku beri engkau kabar gembira bahwa
Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah berfirman, 'Sesungguhnya, Aku telah
mengharamkan surga bagi semua Nabi sebelum engkau memasukinya terlebih dahulu.
Allah mengharamkan pula surga itu kepada sekalian umat manusia sebelum umatmu
terlebih dahulu memasukinya.”
Maka, menarik napas legalah
Rasulullah saw. Beliau bersabda,“Sekarang, barulah senang hatiku dan hilang
susahku.”
Kemudian, Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam menoleh kepada Malaikat Maut dan berkata: “Wahai
lzrail, dekatlah kamu kepadaku.”
Setelah itu Malaikat lzrail
pun memulai tugasnya, ketika roh nya sampai di dada, maka Rasulullah s.a.w. pun
berkata: “Wahai Jibril, alangkah dahsyatnya rasa mati”
Jibril memalingkan
pandangan dari Rasulullah ketika mendengar kata-kata beliau itu. Melihat
tingkah laku Jibril tersebut, maka Rasulullah shalllahu 'alaihi
wasallam pun berkata: “Wahai Jibril, apakah kamu tidak suka
melihat wajahku?”
Jibril berkata: “Wahai
kekasih Allah, siapakah yang sanggup melihat wajahmu dikala kamu dalam
sakaratul maut?”
Anas bin Malik r.a.
berkata: “Ketika roh Rasulullah s.a.w. telah sampai di dada beliau
telah bersabda: “Aku wasiatkan kepada kamu agar kamu semua menjaga shalat
dan apa-apa yang telah diperintahkan ke atasmu.”
Inilah dia manusia semulia-mulia manusia. Pada saat ajalnya telah menjelang dan diberi kabar gembira tentang
kehormatan yang akan diterimanya di langit, justru ia baru akan bisa gembira
jika telah mendengar kabar tentang nasib umatnya nanti, betapa besarnya kasih
sayang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepada kita.
Ya Allah berikanlah rahmat
kepada Nabi Muhammad, keluarganya, istri-istrinya dan keturunannya sebagaimana
Engkau telah memberikan rahmat kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau
Mahaterpuji lagi Mahaagung.
p/s: Jadikan Nabi Muhammad
sabagai idola kita, tiada orang yang sehebat nabi, ingat Allah, ingat Nabi…Wahai
teman-temanku, sayangilah Rasulullah....Baginda telah banyak berkorban untuk
memperjuangkan agama Islam ini...Walaupun ajalnya sudah sampai, Baginda masih
ingat kepada umat-umatnya...begitu sangatnya Baginda kepada kita...tetapi apa
yang kita telah korbankan untuk Islam sekarang??? renung-renungkanlah sahabatku....
sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang
artinya, “Sesungguhnya Islam dimulai dalam keadaan asing dan akan kembali
asing sebagaimana awalnya, maka thuuba (beruntunglah) orang-orang yang asing” (HR
Muslim).